Pembangunan dan Sektor Ekonomi

SEKTOR
KELEBIHAN
KEKURANGAN










PERTANIAN
Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya kenaikan harga tidak tertalu berpengaruh terhadap pembelian produk pertanian.

Menghasilkan barang kebutuhan pokok seperti beras, dan gandum.

Memberikan sumbangan terhadap pendapatan nasional sehingga devisa negara akan bertambah.

Menyediakan lapangan pekerjaan, karena denga adanya sector pertanian menambah lapangan pekerjaan dengan memberdayakan tanah yang dimiliki bagi individu terutama yang berada dalam daerah pedesaan.

Produksinya yang konstan, sehingga sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal.

Kurangnya pengetahuan dalam cara-cara Bertani yang baik dan benar serta keterbatasan pengetahuan tentang bibit-bibit unggul dan pupuk yang diperlukan tanaman sehingga dapat mengurangi tingkat keberhasilan dalam sector pertanian
























INDUSTRI







Merupakan salah satu penopang perekonomian bangsa karena skalanya yang sangat besar, mengurangi pengangguran, transfer teknologi.

Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah, karena adanya pembangunan di enam koridor ekonomi akan menggali potensi yang dimiliki tiap koridor tersebutdan akan memaksimalkannya. Misalnya pulau papua yang memaksimalkan produksi Sumber Daya Alam. Pulau Sumatra akan memaksimalkan produksi hasil bumi dan lumbung energi nasional. Kalimantan dapat memaksimalkan produksi pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional. Jawa sebagai pendorong industri dan jasa nasional dan sebagainya

Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan. Dengan adanya pembangunan di enam koridor akan memperluas proses pertumbuhan di berbagai daerah. Pembangunan tidak hanya terjadi di pusat kota saja melainkan seluruh kota termasuk daerah yang tertinggal. Dengan adanya pembangunan di enam koridor akan mempercepat dan memperluas pertumbuhan ekonomi yang menjadikan pembangunan yang merata di tiap-tiap daerah

Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur dan pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas. Pembagunan yang telah merata di tiap-tiap wilaya akan mempermudah pembangunan sarana infrastruktur yang baik. Seperti di daerah timur Indonesia yang sampai saat ini infrastruktur disana kurang memadai. Dengan adanya enam koridor tadi akan mendorong dampak positif seperti pemenuhan kebutuhan listrik dan sarana prasarana lainnya.

Memperluas lapangan kerja. Pembangunan di enam koridor ini akan mendatangkan banyak investor baik yang domestic maupun asing. Dengan begitu maka akan membuka lapangan pekerjaan sehingga mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada meningkatnya pendapatan nasional. Karena tiap daerah dapat memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya.

Dapat mengakibatkan pengeksploitasian sumber daya alam. Dengan adanya pemaksimalan potensi ini di tiap wilayah maka akan terjadi pemanfaatan sumber daya alam secara besar-besaran yang berdampak buruk bagi alam sekitarnya seperti penanaman kebun kelapa sawit yang apabila sudah selesai dipanen tanahnya tidak bisa di tanam-tanaman lainnya karena unsur hara yang ada di tanah tersebut sudah menurun

Kalahnya investor domestic dengan investor asing. Hal ini dikarenakan bahwa enam koridor tadi dapat mendatangkan investor asing. Yang memiliki sumber daya manusia yang lebih memadai untuk mengolah potensi-potensi alamnya.







JASA
Dapat meraih keuntungan yang tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering.

Dengan adanya sector jasa akan mengurangi masalah pengangguran di Indonesia. Hal ini dikarenakan melimpahnya sumber daya manusia di Indonesia sehingga dapat memudahkan pemenuhan kegiatan ekonomi dalam sector jasa.

pada pasar persaingan sempurna, tiap individu akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, karena elastisiat permintaan yang tinggi menyebabkan harga sangat mempengaruhi permintaan yang ada.



Pembangunan dan struktur ekonomi
    Menurut saya pembangunan tidak bisa terjadi tanpa adanya perubahan struktur ekonomi, karena berubahan struktur ekonomi dalam proses pembangunan dapat mengakibatkan perubahan yang mencakup masalah-masalah sosial. Jadi hakekatnya, struktur ekonomi haruslah tetap memikirkan nilai-nilai kepentingan masyarakat dalam membangun kemajuan suatu struktur ekonomi. Dengan merentas kemiskinan di Indonesia maka pembangunan pun akan otomatus terdongkrak menjadi lebih baik dan dapat mengubah negara Indonesia menjadi negara maju. Pembangunan harus mencerminkan perubaha total dari masyarakat terhadap penyesuaian sosial secara keselruhan tanpa mengabaikan keanekaragaman kebutuhan dasar dan keinginin individu atau kelompok sosial di dalamnya untuk bergerak maju menuju kondisi kehidupan yang lebih baik. Namun pembangunan juga tetap harus memikirkan kondisi pelestarian lingkungan agar manusia generasi selanjutnya tidak terkena dampak buruk akibat pembangunan ini.

Perubahan Struktur Ekonomi Dalam Proses Pembangunan
    Terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi. Antara lain;
·       Pembangunan sebagai suatu proses
Artinya bahwa pembangunan sebagai suatu tahap yang harus dijalani oleh setiap masyarakat atau bangsa. Setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, Makmur, dan sejahtera.
·       Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Artinya bahwa pembangunan merupakan suatu tindakan yang aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatakan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan untuk mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan rakyat.
·       Peningkatan pendapatan perkapita harus dalam jangka yang Panjang
Suatu perekonomian dikatakan berkembang apabila pendapatan perkapitan dalam jangka Panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikan secara terus menerus.
Dari ketiga elemen ini dapat disimpulkan bahwa pembangunan dilaksanakan untuk menuju perbaikan suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita dengan memperhatikan pemerataan pembangunan negara tersebut. Dalam menjalankan pembangunannya suatu negara memiliki proses perubahan mendasar dalam struktur ekonomi, yakni dari ekonomi tradisional dengan pertanian sebagai sector utama ke ekonomi modern. Perubahan struktur ekonomi ini diperlukan setiap negara untuk memperlancar kelangsungan hidup masyarakat juga karena setiap negara memiliki keberadaan Sumber daya Alam yang berbeda-beda.

Pembangunan mengejar pertumbuhan dengan menghiraukkan kelestarian lingkungan
    Menurut saya dalam mengejar pertumbuhan kita sebaiknya tetap harus memikirkan kondisi pelestarian lingkungan agar manusia generasi selanjutnya tidak terkena dampak buruk akibat pertumbuhan ini. Walaupun tumbuhnya pabrik-pabrik local dan asing di Indonesia menambah lapangan pekerjaan sehingga perekonomian pun meningkat. Akan tetapi, ada beberapa pabrik yang menyeleweng dengan tidak menghiraukan pelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah (cair, padat/sampah, gas/polusi) tanpa melakukan beberapa kali proses penyaringan untuk mengurangi efek negative limbah tersebut terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal ini merugikan bagi manusia dan mahluk hidup yang ada disekitarnya serta dapat mengganggu ekosistem yang ada. Salah satu hal yang di upayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negative tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu wilayah yang dapat disebut dengan Kawasan Industri. Ini merupakan langkah yang cukup efektif dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan dari limbah yang dapat mencemari lingkungan dan penduduk yang berada di sekitarnya. Suatu Kawasan industri biasanya dilengkapi oleh sistem pengolahan limbah yang cukuo baik sehingga dampak dari limbah tersebut dapat diminimalkan. Sehingga menurut saya lebih bermanfaat masyarakat yang membantu ekonomi dengan memiliki sikap peduli lingkungan daripada yang membangun untuk merusak lingkungan.

References

Dr.Windhu Putra, S. M. (2019). Perekonomian Indonesia. In S. M. Dr.Windhu Putra, Perekonomian Indonesia (p. 398). Jakarta: RajaGrafindoPersada.
Kukang, B. (2017, april 21). Kelebihan sektor pertanian, industri dan jasa. Retrieved from kelakuankukang.blogspot.com: www.kelakuankukang.blogspot.com/2017/04/normal


Komentar